TAK BAIK MENDENGAR GOSIP APALAGI HARUS MENGHINDAR DENGAN PERKATAAN YANG AKAN MEMBUAT HATI BIMBANG
Sering kita tertipu dengan omongan orang lain, terkadang omongan mereka seakan benar kedengarannya. Padahal itu hanya untuk menjatuhkan kita agar kita yakin dengan apa yang mereka katakan. Ada omongan yang benar-benar membangun namun ada yang hanya membuat kita sakit hati. Tanpa tak disadari kita tak tahu mana yang harus kita ikuti serta mana yang ga kita percaya. Seperti hari ini saya masih bertanya-tanya dalam hati ada apa gerangan sehingga kamu pertanyakan tentang kita. Tak baik mendengarkan gosip apalagi harus menghindar dengan perkataan yang akan membuat hati bimbang. Perkataan orang lain buatlah itu sebagai hiburan dan jangan terlalu memikirkannya. Karena semakin kamu memikirkannya maka kamu akan semakin gusar dibuatnya. Yang ujung-ujungnya akan menjadi bahan pertanyaan, yang membuatmu ragu untuk melangkah.
Sederhana saja menjalani hidup, tidak usah terlalu berlebihan yang membuat hati gelisah. Tak ada sebahagia hati yang tak mau memikirkan apa yang dikatakan orang tentangnya. Biarlah mereka berbicara semaunya, yang penting kita yang tahu apa yang akan kita lakukan. Memang kita butuh orang untuk berbagi namun itu ada waktunya jika kita meminta. Jika kita mengatakan kedewasaan kita harus bertanya pada diri sendiri. Dewasa itu bukan harus berpikir dengan mau kita sendiri tetapi dewasa itu adalah dimana kita mampu berpikir bijak. Mampu menempatkan diri kita dimana saja dan kapan saja dengan bijaksana.
Banyak orang yang sok tahu serta sok pintar dengan segala hal seakan dia lebih pintar dengan yang lain. Itu namanya bukan bijak tapi orang yang hanya ingin mencari sensasi saja. Apa lagi tentang orang lain lebih cepat kalau mengatai nomor satu. Jadi kita harus bijak untuk menyikapinya, jangan terlalu dibawa kehati. Malu memang jika kita mendengarnya namun anggap saja itu gunyonan yang membangun. Ambil hikmahnya buang yang tidak baiknya, terutama kasih sama kucing kalau ga enak kedengarannya.
Awalnya memang kita merasa risih mendengarkan omongan mereka namun lama-kelamaan telinga kita akan terbiasa dengan hal itu. Itu hanya sebuah proses awal hubungan apalagi mereka baru tahu tentang percintaan kita. Yang harus kita lakukan jangan sakit hati dengan yang mereka katakan . Percayalah suatu hari nanti mereka akan sadar dengan apa yang mereka katakan. Seperti pepatah mengatakan kita harus seperti pisau semakin di asa maka semakin tajam pula. Yang artinya kita harus semakin di uji maka kita akan semakin banyak wawasan tentang kehidupan disekitar.
Kata orang bijak " Belajarlah dari buah kedondong dan buah rambutan, buah kedondong terlihat manis luarnya namun rasanya asam serta di dalamnya berduri sedangkan rambutan di luarnya berbulu namun isinya manis dan putih jernih". Artinya kita jangan seperti kedondong yang terlihat bagus diluar namun dihati keji tetapi baiklah kita seperti rambutan biar diluar berserabut namun dihati harus tulus tanpa dibuat-buat.
Jawab apa adanya kalau mereka bertanya dengan penuh senyuman jangan kamu acuhkan. Jika kamu merasa ga enak serta risih kasih tahu mereka pelan-pelan. Jangan marah kalau ada yang bertanya padamu atau kamu acuh tak acuh. Nanti mereka tersingguh, malah ntar kamu dibilang orangnya sombong. Mereka hanya penasaran tentang kita, mau ingin tahu apa saja yang kamu rasakan saat ini. Tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan pada mereka tapi jangan semuanya kamu kasih tahu. Seadanya saja kamu kasih tahu pada mereka kalau mereka bertanya A jawab saja A kalau mereka tanya B jawab saja B. Biarkan saja mereka penasaran sampai tiba nanti waktunya barulah cerita pada mereka.
Sederhana saja menjalani hidup, tidak usah terlalu berlebihan yang membuat hati gelisah. Tak ada sebahagia hati yang tak mau memikirkan apa yang dikatakan orang tentangnya. Biarlah mereka berbicara semaunya, yang penting kita yang tahu apa yang akan kita lakukan. Memang kita butuh orang untuk berbagi namun itu ada waktunya jika kita meminta. Jika kita mengatakan kedewasaan kita harus bertanya pada diri sendiri. Dewasa itu bukan harus berpikir dengan mau kita sendiri tetapi dewasa itu adalah dimana kita mampu berpikir bijak. Mampu menempatkan diri kita dimana saja dan kapan saja dengan bijaksana.
Banyak orang yang sok tahu serta sok pintar dengan segala hal seakan dia lebih pintar dengan yang lain. Itu namanya bukan bijak tapi orang yang hanya ingin mencari sensasi saja. Apa lagi tentang orang lain lebih cepat kalau mengatai nomor satu. Jadi kita harus bijak untuk menyikapinya, jangan terlalu dibawa kehati. Malu memang jika kita mendengarnya namun anggap saja itu gunyonan yang membangun. Ambil hikmahnya buang yang tidak baiknya, terutama kasih sama kucing kalau ga enak kedengarannya.
Awalnya memang kita merasa risih mendengarkan omongan mereka namun lama-kelamaan telinga kita akan terbiasa dengan hal itu. Itu hanya sebuah proses awal hubungan apalagi mereka baru tahu tentang percintaan kita. Yang harus kita lakukan jangan sakit hati dengan yang mereka katakan . Percayalah suatu hari nanti mereka akan sadar dengan apa yang mereka katakan. Seperti pepatah mengatakan kita harus seperti pisau semakin di asa maka semakin tajam pula. Yang artinya kita harus semakin di uji maka kita akan semakin banyak wawasan tentang kehidupan disekitar.
Kata orang bijak " Belajarlah dari buah kedondong dan buah rambutan, buah kedondong terlihat manis luarnya namun rasanya asam serta di dalamnya berduri sedangkan rambutan di luarnya berbulu namun isinya manis dan putih jernih". Artinya kita jangan seperti kedondong yang terlihat bagus diluar namun dihati keji tetapi baiklah kita seperti rambutan biar diluar berserabut namun dihati harus tulus tanpa dibuat-buat.
Jawab apa adanya kalau mereka bertanya dengan penuh senyuman jangan kamu acuhkan. Jika kamu merasa ga enak serta risih kasih tahu mereka pelan-pelan. Jangan marah kalau ada yang bertanya padamu atau kamu acuh tak acuh. Nanti mereka tersingguh, malah ntar kamu dibilang orangnya sombong. Mereka hanya penasaran tentang kita, mau ingin tahu apa saja yang kamu rasakan saat ini. Tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan pada mereka tapi jangan semuanya kamu kasih tahu. Seadanya saja kamu kasih tahu pada mereka kalau mereka bertanya A jawab saja A kalau mereka tanya B jawab saja B. Biarkan saja mereka penasaran sampai tiba nanti waktunya barulah cerita pada mereka.
No comments:
Post a Comment