Search This Blog

Wednesday, August 9, 2017

Berpenghasilan penuh

Pendaki Gunung



Suatu ketika, ada seorang pendaki gunung yang sedang bersiap-siap melakukan perjalanan. Dzi punggungnya, ada ransel carrier dan beragam carabiner (pengait) yang tampak bergelantungan. Tak lupa tali-temali yang disusun melingkar di sela-sela bahunya. Pendakian kali ini cukup berat, persiapan yang dilakukan pun lebih lengkap.


Kini, di hadapannya menjulang sebuah gunung yang tinggi. Puncaknya tak terlihat, tertutup salju yang putih. Ada awan berarak-arak disekitarnya, membuat tak seorangpun tahu apa yang tersembunyi didalamnya. Mulailah pendaki muda ini melangkah, menapaki jalan-jalan bersalju yang terbentang di hadapannya. Tongkat berkait yang di sandangnya, tampak menancap setiap kali ia mengayunkan langkah.


Setelah beberapa berjam-jam berjalan, mulailah ia menghadapi dinding yang terjal. Tak mungkin baginya untuk terus melangkah. Dipersiapkannya tali temali dan pengait di punggungnya. Tebing itu terlalu curam, ia harus mendaki dengan tali temali itu. Setelah beberapa kait ditancapkan, tiba-tiba terdengar gemuruh yang datang dari atas. Astaga, ada badai salju yang datang tanpa disangka. Longsoran salju tampak deras menimpa tubuh sang pendaki. Bongkah-bongkah salju yang mengeras, terus berjatuhan disertai deru angin yang membuat tubuhnya terhempas-hempas ke arah dinding.


Badai itu terus berlangsung selama beberapa menit. Namun, untunglah tali-temali dan pengait telah menyelamatkan tubuhnya dari dinding yang curam itu. Semua perlengkapannya telah lenyap, hanya ada sebilah pisau yang ada di pinggangnya. Kini ia tampak tergantung terbalik di dinding yang terjal itu. Pandangannya kabur, karena semuanya tampak memutih. Ia tak tahu dimana ia berada.


Sang pendaki begitu cemas, lalu ia memohon doa kepada Tuhan agar diselamatkan dari bencana ini. Mulutnya terus bergumam, berharap ada pertolongan Tuhan datang padanya.


Suasana hening setelah badai. Di tengah kepanikan itu, tampak terdengar suara dari hati kecilnya yang menyuruhnya melakukan sesuatu. "Potong tali itu.... potong tali itu."


Terdengar senyap melintasi telinganya. Sang pendaki bingung, apakah ini perintah dari Tuhan? Apakah suara ini adalah pertolongan dari Tuhan? Tapi bagaimana mungkin, memotong tali yang telah menyelamatkannya, sementara dinding ini begitu terjal? Pandanganku terhalang oleh salju ini, bagaimana aku bisa tahu? Banyak sekali pertanyaan dalam dirinya. Lama ia merenungi keputusan ini, dan ia tak mengambil keputusan apa-apa...


Beberapa minggu kemudian, seorang pendaki menemukan ada tubuh yang tergantung terbalik di sebuah dinding terjal. Tubuh itu tampak membeku,dan tampak telah meninggal karena kedinginan. Sementara itu, batas tubuh itu dengan tanah, hanya berjarak 1 meter saja....


Teman, kita mungkin kita akan berkata, betapa bodohnya pendaki itu, yang tak mau menuruti kata hatinya. Kita mungkin akan menyesalkan tindakan pendaki itu yang tak mau memotong saja tali pengaitnya. Pendaki itu tentu akan bisa selamat dengan membiarkannya terjatuh ke tanah yang hanya berjarak 1 meter. Ia tentu tak harus mati kedinginan karena tali itulah yang justru membuatnya terhalang.


Begitulah, kadang kita berpikir, mengapa Sang Pencipta tampak tak melindungi hamba-Nya? Kita mungkin sering merasa, mengapa ada banyak sekali beban, masalah, hambatan yang kita hadapi dalam mendaki jalan kehidupan ini. Kita sering mendapati ada banyak sekali badai-badai salju yang terus menghantam tubuh kita. Mengapa tak disediakan saja, jalan yang lurus, tanpa perlu menanjak, agar kita terbebas dari semua halangan itu?


Namun teman, ujian yang diberikan Tuhan untuk kita, adalah sebuah latihan, layaknya besi-besi yang ditempa, adalah seperti pisau-pisau yang terus diasah.


Sesungguhnya, di dalam semua ujian dan latihan itu, ada tersimpan petunjuk-petunjuk, ada tersembunyi tanda-tanda, asal KITA PERCAYA.


Ya, asal kita percaya.


Seberapa besar rasa percaya kita kepada Tuhan, sehingga mampu membuat kita "memotong tali pengait" saat kita tergantung terbalik? Seberapa besar rasa percaya kita kepada Tuhan, hingga kita mau menyerahkan semua yang ada dalam diri kita kepada-Nya?


Karena rasa percaya tersimpan dalam hati, maka penuhilah nuranimu dengan kekuatan itu. Percayalah, akan ada petunjuk-petunjuk dari Tuhan dalam setiap langkah kita menapaki jalan kehidupan ini.

Tuhan Yesus memberkati.

Monday, June 5, 2017

KEHIDUPANKU

Nasib anak rantau yang sudah lama tak pulang kekampung halaman jauh dari orangtua


Waspadalah! Jangan Sampai Kamu Kecolongan, 5 Area di Hidupmu Ini Jadi Incaran Iblis

Satu hal dalam hidup ini yang tidak rahasia lagi adalah, Setan berusaha dengan segala cara untuk menghancurkan rancangan Tuhan yang indah dalam hidup manusia. Dia akan menggunakan segala cara untuk masuk dalam hidup kita, mengalihkan fokus kita dari Tuhan dan kehendak-Nya hingga akhirnya kita tidak mencapai tujuan yang sudah Tuhan tetapkan dalam hidup kita. 

Cindi McMenamin seorang hamba Tuhan dan penulis buku mengungkapkan bahwa ada 5 area dari kehidupan manusia yang menjadi incaran utama iblis, karena ke lima hal itu adalah pintu masuk untuk menghancurkan hidup manusia. Apa saja ke lima area itu?

1. Hatimu - sehingga bukan Tuhan saja yang menjadi fokusmu

Bukan suatu kebetulan Firman Tuhan berkata : "Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." (Amsal 4:23). Setan tahu bahwa dia bisa masuk dalam hidupmu jika Tuhan tidak menjadi penguasa dalam hatimu. Urutan pertama dari Sepuluh Hukum yang disampaikan dalam Perjanjian Lama adalah, "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku." (Keluaran 20:3). Dan Yesus mengulang kembali di Perjanjian Baru ketika Ia ditanya apakah hukum yang terutama dalam Hukum Taurat, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:37). 

Keinginan terbesar Setan adalah menghalangi kamu untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hatimu, segenap jiwamu dan segenap akal budimu. Jadi dia menggunakan segala cara untuk mengalihkan perhatianmu dengan berbagai hal, mulai dari uang, karir, hubungan, anak, hobi dan bahkan pelayanan. 

Itu adalah cara halus untuk mengalihkan perhatian kita dari Tuhan, hingga pada akhirnya kita lebih mencintai banyak hal lainnya dari pada Tuhan sendiri. Jadi, jagalah hatimu dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupanmu, dan ijinkan Tuhan Yesus untuk bertahta di dalam hatimu sehingga Iblis tidak bisa menyusup masuk ke sana. 

2. Kekuatiran - Sehingga kamu meragukan kasih dan penyediaan Tuhan atas hidupmu

Kenapa Iblis menabur benih-benih kekuatiran dalam hidup kita? Karena dia ingin kita mulai meragukan Tuhan, kita mempertanyakan, "Jika Tuhan mengasihiku, mengapa aku harus mengalami masalah ini?" Kita mulai kehilangan kepercayaan kepada Tuhan. Kita tidak lagi percaya bahwa Tuhan, Bapa kita sanggup memenuhi kebutuhan kita. 

Apa saja yang menjadi kekuatiranmu? Jika kamu masih lajang, mungkin tentang pasangan hidup, atau pekerjaan. Bagi mereka yang sudah menikah, mungkin tentang apakah mereka akan memiliki buah hati, apakah kebutuhan hidup bisa tercukupi, masalah kesehatan dan masih banyak hal lainnya. 

Ketika kita kuatir, masalah menekan dari berbagai sudut, kita mulai menyalahkan Tuhan atas semua hal buruk yang terjadi. Stop sampai disana! Jangan ijinkan Setan mencuri damai sejahtera dan berkat-berkat Tuhan dengan memberi tempat bagi kekuatiran. Dalam Filipi 4:6-7 dengan tegas dikatakan, "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Tetap percaya akan kuasa Tuhan dan teruslah berdoa. Ijinkan Tuhan berkarya dan teruslah bangun imanmu dengan memperkatakan Firman Tuhan. Itu sebabnya dalam  Filipi 4:8 dituliskan, " Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."

3. Pola pikirmu, sehingga kamu berpikir sama seperti orang dunia

Sungguh aneh bahwa ada banyak orang yang mengaku mengenal Tuhan dan mengikut Dia, namun pola pikirnya sama dengan orang-orang dunia yang tidak mengenal Dia. Tapi itulah yang disukai Setan. Dia ingin kita menyerap pola pikir dunia ini sehingga kita tidak mengerti dan memahami pola pikir Kerajaan Sorga. 

Setan akan menggunakan cara halus seperti lirik-lirik lagu, pernyataan dan gaya hidup selebriti, atau bahkan nasihat dari teman yang sepertinya 'cukup bijak'.

Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Roma seperti ini, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Roma 12:2). Lalu dalam Filipi 2:5 dikatakan, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus."

Jadi jagalah pikiranmu, apa yang kamu dengarkan dan lihat, karena semuanya itu akan mempengaruhi pola pikir dan alam bawah sadarmu. Dari pada mendengarkan apa yang dikatakan dunia ini, dengarlah apa yang dikatakan oleh Firman Tuhan. Inilah satu-satunya cara menangkal filosofi dan pola pikir dunia untuk masuk dalam pikiran kita. 

4. Perkataanmu, sehingga kamu melukai banyak orang

Tuhan ingin kita menjaga lidah dan bibir kita, karena dari mulut ini kita bisa mengucapkan berkat dan juga kutuk. Melalui perkataan, kita bisa membangun orang lain namun juga melukai dan menghancurkan dia. 

Banyak orang tanpa sadar telah melukai hati orang, atau bahkan menghancurkan hidupnya sehingga mendorong orang lain melakukan hal-hal merusak dan mengerikan seperti bunuh diri. Kita sudah sering mendengar bagaimana anak-anak yang bunuh diri karena di bully oleh teman-temannya. Atau wanita-wanita yang terobsesi kurus karena perkataan orang-orang sekitarnya tentang tubuhnya. 

Setan bisa memakai perkataan kita menjadi alat mematikan untuk melukai orang lain, dan kebanyakan adalah orang-orang terdekat yang kita kasihi. Untuk itu Tuhan mau kita menjaga perkataan kita, seperti dinasihatkan dalam Efesus 4:29 ini, "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."

5. Tubuhmu, sehingga melaluinya kamu tidak bisa memuliakan Tuhan

Mengapa orang secara sadar dan bahkan mau mengeluarkan uang untuk merusak dirinya? Hal itu dilakukan dengan cara  merokok, makan berlebihan atau membuat dirinya kelaparan, hingga memakai obat terlarang, atau banyak cara lainnya. Ada yang beralasan untuk mengurangi stres, ada juga yang melakukannya karena depresi atau terluka hatinya. Namun semua itu adalah cara Setan untuk menghancurkan tubuh kita, yaitu bait Allah, sehingga tidak bisa dipakai untuk memuliakan Tuhan. 

Tubuh kita sangat berharga bagi Allah, itu sebabnya tubuh kita disebut bait Allah atau rumah Tuhan. Dia ingin agar tubuh kita kudus dan juga sehat sehingga kita bisa memuliakan Tuhan. Dalam Roma 12: 1 dikatakan, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati."

Jadi karena tubuh kita itu kudus, Setan ingin menghancurkan hal itu, dia ingin kita menyiksa diri kita sendiri, mengotorinya dengan berbagai hal. Jadi, jangan ijinkan hal itu lagi! 

Mintalah Tuhan tubuh yang sehat, makanlah makanan yang sehat dan sesuai porsinya... dan berolahragalah. Jagalah tubuh kita ini, karena tubuh kita ini bukan milik kita lagi, tapi pinjaman dari Tuhan. Sebab hidup kita sudah ditebus dan dibayar lunas oleh darah Yesus Kristus. Kita adalah milik-Nya. Jagalah tubuhmu dan pakailah untuk memuliakan Dia seumur hidupmu. 

Nah, setelah kita tahu strategi Iblis untuk menghancurkan kita, maka kita harus waspada. Lakukanlah apa yang diperintahkan Rasul Paulus dalam Efesus 6:11-18, yaitu pakailah seluruh perlengkapan senjata Allah supaya kita dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.  Jika kita lihat perlengkapan senjata Allah disini merujuk kepada karakter Kristus. Dengan kata lain, saat kita mengenakan karakter Kristus, kita bisa bertahan dan juga melawan musuh kita. 


Tuhan Yesus memberkati..

Sunday, May 7, 2017

Tentang kehidupan

JALANKU TERSANGAT MELELAHKAN

Terlihat indah didepan pandangan mata dengan kenyataan yang suram
Seperti bayangan yang dikejar dibawah cahaya mentari menghitam
Sangat membingungkan kepercayaan terhadap langkah kaki kelam
Ingin rasanya berhenti merenungkan segala hal yang beragam
Jalanku tersangat melelahkan
Menunggangi beban memberatkan
Tuhan jangan pernah meninggalkan hamba_Mu dalam kesesatan
Pegang tanganku penuhi dengan Anugerah_Mu dengan kebesaran
Aku merasa seperti seorang diri ditempat keramaian
Ku terdiam memandangi disekeliling penuh kebingungan
Banyak kepalsuan menghampiri tanpa disadari menghancurkan
Apakah akan kubiarkan berlalu begitu saja atau dicuekin ?
Pertanyaan -pertanyaan yang memenuhi pikiran
Buatku tak tenang untuk mengambil keputusan 
Hanya kebijaksanaan yang dapat menyelesaikan
Segala yang sering mengganggu dibalik kegelisaan

TENTANG KEHIDUPAN

Hujan engkau turun membasahi tanah kering yang berdebu bekas injakan kaki
Terdiam dalam daun jatuh lagi terbawa arus air yang membersihkan menghijau
Angin bertiup yang tak dapat kupegang hanya dapat kurasakan membelai
Terkadang menyejukkan namun terkadang menggigilkan badan yang tak dapat dihalau
Tentang kehidupan kapan akan berakhir cobaan yang sedang menerpa
Lelah menghadapi sering buatku putus'asa dalam kebimbangan diraga
Beginikah kehidupan yang sebenarnya 

Thursday, May 4, 2017

Part III

TAK BAIK MENDENGAR GOSIP APALAGI HARUS MENGHINDAR DENGAN PERKATAAN YANG AKAN MEMBUAT HATI BIMBANG

Sering kita tertipu dengan omongan orang lain, terkadang omongan mereka seakan benar kedengarannya. Padahal itu hanya untuk menjatuhkan kita agar kita yakin dengan apa yang mereka katakan. Ada omongan yang benar-benar membangun namun ada yang hanya membuat kita sakit hati. Tanpa tak disadari kita tak tahu mana yang harus kita ikuti serta mana yang ga kita percaya. Seperti hari ini saya masih bertanya-tanya dalam hati ada apa gerangan sehingga kamu pertanyakan tentang kita. Tak baik mendengarkan gosip apalagi harus menghindar dengan perkataan yang akan membuat hati bimbang. Perkataan orang lain buatlah itu sebagai hiburan dan jangan terlalu memikirkannya. Karena semakin kamu memikirkannya maka kamu akan semakin gusar dibuatnya. Yang ujung-ujungnya akan menjadi bahan pertanyaan, yang membuatmu ragu untuk melangkah.
Sederhana saja menjalani hidup, tidak usah terlalu berlebihan yang membuat hati gelisah. Tak ada sebahagia hati yang tak mau memikirkan apa yang dikatakan orang tentangnya. Biarlah mereka berbicara semaunya, yang penting kita yang tahu apa yang akan kita lakukan. Memang kita butuh orang untuk berbagi namun itu ada waktunya jika kita meminta. Jika kita mengatakan kedewasaan kita harus bertanya pada diri sendiri. Dewasa itu bukan harus berpikir dengan mau kita sendiri tetapi dewasa itu adalah dimana kita mampu berpikir bijak. Mampu menempatkan diri kita dimana saja dan kapan saja dengan bijaksana.
Banyak orang yang sok tahu serta sok pintar dengan segala hal seakan dia lebih pintar dengan yang lain. Itu namanya bukan bijak tapi orang yang hanya ingin mencari sensasi saja. Apa lagi tentang orang lain lebih cepat kalau mengatai nomor satu. Jadi kita harus bijak untuk menyikapinya, jangan terlalu dibawa kehati. Malu memang jika kita mendengarnya namun anggap saja itu gunyonan yang membangun. Ambil hikmahnya buang yang tidak baiknya, terutama kasih sama kucing kalau ga enak kedengarannya.
Awalnya memang kita merasa risih mendengarkan omongan mereka namun lama-kelamaan telinga kita akan terbiasa dengan hal itu. Itu hanya sebuah proses awal hubungan apalagi mereka baru tahu tentang percintaan kita. Yang harus kita lakukan jangan sakit hati dengan yang mereka katakan . Percayalah suatu hari nanti mereka akan sadar dengan apa yang mereka katakan. Seperti pepatah mengatakan kita harus seperti pisau semakin di asa maka semakin tajam pula. Yang artinya kita harus semakin di uji maka kita akan semakin banyak wawasan tentang kehidupan disekitar.
Kata orang bijak " Belajarlah dari buah kedondong dan buah rambutan, buah kedondong terlihat manis luarnya namun rasanya asam serta di dalamnya berduri sedangkan rambutan di luarnya berbulu namun isinya manis dan putih jernih". Artinya kita jangan seperti kedondong yang terlihat bagus diluar namun dihati keji tetapi baiklah kita seperti rambutan biar diluar berserabut namun dihati harus tulus tanpa dibuat-buat.
Jawab apa adanya kalau mereka bertanya dengan penuh senyuman jangan kamu acuhkan. Jika kamu merasa ga enak serta risih kasih tahu mereka pelan-pelan. Jangan marah kalau ada yang bertanya padamu atau kamu acuh tak acuh. Nanti mereka tersingguh, malah ntar kamu dibilang orangnya sombong. Mereka hanya penasaran tentang kita, mau ingin tahu apa saja yang kamu rasakan saat ini. Tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan pada mereka tapi jangan semuanya kamu kasih tahu. Seadanya saja kamu kasih tahu pada mereka kalau mereka bertanya A jawab saja A kalau mereka tanya B jawab saja B. Biarkan saja mereka penasaran sampai tiba nanti waktunya barulah cerita pada mereka.

Wednesday, May 3, 2017

MENJALANI HUBUNGAN Part II

BERPIKIR POSITIF DEMI HUBUNGAN YANG LEBIH BAIK BUKAN BICARA MENYINGGUNG PERASAAN PASANGANNYA

Kita menjalani hubungan ini bukan cuma sekarang atau hanya untuk besok atau juga cuma untuk lusa. Jika berfikir demikian maka kita tak akan bisa sanggup menjalani hubungan tanpa komitmen yang pasti. Hubungan yang baik itu bukan karena kita selalu manja-manjaan, bercanda tawa, atau berharap selalu bahagia. Itu takkan kita dapatkan kalau kita juga tak dapat menerima masalah yang datang menghampiri menerpa. Saya tidak dapat memaksamu untuk bertahan jika tak sanggup mendengar omongan yang sedikit banyak bawel. Maaf bukannya aku sok ngatur atau sok menasehatimu seakan aku lebih tua. Bukan,,, bukan itu maksudku karena itu bukan hakku, aku juga tahu etika karena aku lebih muda darimu. Cuma saya meminta berfikir positif saja demi hubungan yang lebih baik lagi. Bukan berbicara namun menyinggung perasaan pasanganmu.
Yang paling kita perhatikan jangan terlalu sering mendengarkan ocehan orang terutama ketika memberi pendapat. Terkadang pendapat mereka yang menurutnya baik belum tentu baik untuk diri kita sendiri. Boleh mendengar mereka dengan menghargai pendapat yang mereka berikan namun bukan berarti sepenuh kita cerna. Ada kalanya juga kita harus menyaring pendapat orang lain yang di berikan pada kita. Saya ga melarang kalau kamu meminta pendapat dari siapa, yang penting itu pendapat itu memberi solusi bukan polusi. 
Aku percaya sama kamu walau belum sepenuhnya dikarenakan kita belum bertemu. Yang belum saya mengerti denganmu adalah kepolosan yang kamu miliki. Saya bangga dengan kebaikanmu, mungkin aku ga bisa seperti yang kamu lakukan. Tuhan mempertemukan kita mungkin punya tujuan untuk memenuhi kekuranganku. Saya memang kurang emahamimu harus seperti apa bersikap yang baik padamu.
Seperti yang saya katakan tadi kalau kita harus saling belajar untuk saling mengenal lebih dalam. Jangan terlalu serius banget untuk mengartikan omonganku yang sulit dimengerti. Kita hanya bisa berdoa dengan hubungan ini supaya dilancarkan. Kalau ada omongan orang lain memberikan pendapat padamu, lihat dulu dengan teliti. Ambil yang baik dari pendapat itu dan buang yang tidak berkenan dihati. Terkadang mereka mengenal kita, tahu nama kita, tahu dengan sikap kita serta tahu semua dengan kehidupan kita tetapi mereka belum tentu tahu cerita hidup kita. Cerita hidup yang kita jalani dengan suka duka yang kita alami disepanjang langkah kaki menelusuri kehidupan. Mereka hanya bisa berbicara namun sering tak memahami yang kita alami.
Ada beberapa yang harus kita perhatikan ketika orang lain memberikan pendapat pada kita ;
  1.  Apakah dia benar-benar peduli sama kita
  2.  Apakah dia sungguh-sungguh peduli
  3. Tujuannya apa
  4. Apakah pendapatnya membangun atau tidak dsb
Sering orang berpendapat terhadap kita bukan karena dia peduli terhadap kita melainkan karena iri, dengki serta benci terhadap yang kita raih. Maka dari itu kita harus pinter untuk melihat semua pendapat yang diberikan. Jangan langsung percaya dengan hal semacam yang belum kita tahu. Kita meminta mendapat orang lain untuk mencari solusi dengan masalah kita bukan menjadi bumerang untuk kita. Jadi saya berharap kita semakin belajar untuk menjalani hubungan ini kedepannya. Sebab ujian kedepan masih lebih berat lagi yang akan kita hadapi.

Tuesday, May 2, 2017

MENJALANI HUBUNGAN

Pikiran rasa bimbang akan membuat hubungan yang dijalani ternoda,,,, terkadang kita berkata jujur namun tidak pada tempatnya akan membuat hubungan itu berantakan

Bukan bermaksud menyalahkan siapa atau ingin mencari alasan untuk menjelek-jelekkan, itu bukan sifatku untuk menjatuhkan harga diri orang lain apalagi harga diri yang kita sayangi. Ya wajar kalau minder tetapi jangan sekali-kali menilai yang belum mengenal sifatku seperti apa. Jujur saya sangat kecewa sekali dengan sikapmu yang langsung berkata kalau kamu tak sesuai yang kuharapkan. Padahal aku ga pernah berfikiran demikian sehingga aku sangat tersinggung serta kecewa sekali. Walaupun demikian aku harus berusaha terus menggali karakter sifatmu seperti apa. Mengalah itu lebih baik karena tak baik menyimpan lama-lama kekesalan yang akan berujung dengan hal yang tak diinginkan. Memang kita baru kenal , belum tahu karakter masing-masing. Yang saya minta biarlah berjalan dan mengalir seperti air sungai dari hulu ke hilir supaya kita nanti saling mengenal lagi.
Bagiku hubungan ini sangat penting, bukan perkara mudah membangun hubungan yang harmonis Apalagi hubungan kita masih seumur jagung belum tahu kita apa yang akan terjadi kedepannya. Kita jalanin dulu yang lebih penting itu komitmen harus ada pada diri kita sendiri. Jangan suka mengeluh terutama berkata minder, saya sangat ga suka dengan perkataan seperti itu. Mari kita sama-sama belajar untuk mengenal sifat pasangan kita, jangan sibuk dengan pandangan kita sendiri. Hubungan ini butuh proses agar nanti kelak kita dapat menemukan cara untuk mencari solusi ketika kita dirundung masalah.
Kita harus menyakinkan hati dan pikiran kita supaya tidak ada kata penyesalan yang terungkap dikemudian hari. Jika berkata dewasa, semua orang yang cukup umur pasti sudah dewasa. Namun dewasa hati dalam menjalani hubungan banyak orang masih kekanak-kanakan. Kita harus dewasa hati supaya nanti kita mengerti arti cinta yang sesungguhnya. Sekarang mungkin aku belum merasakan kedekatan kita karena berjauhan namun suatu hari kita akan paham dengan keadaan ini. Satu yang ku minta padamu jangan pernah mencernah semua perkataan yang tidak kamu mengerti. Terkadang candaan dengan perkataan serius itu agak sama namun berbeda arti. Jangan terlalu serius dan jangan pula terlalu lengah, polos ya bisa saja tetapi kita harus belajar untuk mengerti.
Menjalanin hubungan itu gampang-gampang susah terkadang kita kecewa ,terkadang kita bahagia. Perhatianmu memang sangat luar biasa padaku tak sebanding dengan yang kuberikan padamu. Mungkin itu kekuranganku, candaanku sering kamu menganggapnya serius padahal aku bukannya marah atau kesal. Itulah karakterku salah satunya yang harus kamu tahu sekarang biar kamu nantinya tidak terkejut.

Saturday, April 22, 2017

part II

Awalnya saya sangat marah sama tulangku, sampai-sampai saya sempat ga datang kerumahnya. Ga mau bertemu dengan pamanku sehingga pamanku pernah bilang samaku kalau aku sudah sombong. Mereka bilang " kenapa kamu ga pernah kerumah, apa kamu sudah kaya makanya kamu ga mau lagi bertemu dengan kami ?" Gitu katanya. Padahal saya ga ada maksud seperti itu, saya hanya ingin pamanku itu menyadari yang saya maksudkan. Ya mungkin mereka merasa tidak bersalah padaku makanya mereka biasa-biasa kalau bertemu denganku.
Sering saya berfikir, beginikah sakitnya ditempat rantau atau apakah cuma saya sendiri yang mengalami hal seperti ini ?. Hancur perasaanku saat itu sehingga saya ga peduli dengan semuanya. Perasaan acuh tak acuh pun muncul dibenak dengan rasa yang kacau tak dapat berfikir lagi. Jika ditanya saat itu mungkin saya ga dapat menjawabnya, karena sudah campur aduk yang berkecamuk.
Mulai saat itu saya berjanji dihatiku untuk melupakan semua yang pernah terjadi. Mungkin itu adalah salah satu ujian yang Tuhan berikan padaku untuk terus bersyukur. Aku tidak dendam atau berkeinginan untuk membalasnya. Saya malah mendoakan agar pamanku itu selalu sehat terberkati. Jauh-jauhlah dariku sifat pendendam apalagi kepaman sendiri, itu tidak baik. 
Memang yang diperbuat pamanku itu sudah sangat keterlaluan tapi itulah pembelajaran untukku. Bagaimana pun dan sampai kapan pun paman itu tetap pamanku saudara mamaku. Tidak mungkin kujadikan paman orang  jadi pamanku karena hal seperti itu dilakukan padaku. Aku tidak pernah diajarkan orangtua ku membalas kejahatan dengan kejahatan. Namun saya diberangkatkan orangtuaku dari kampung halaman merantau keseberang pulau disertai nasehat. Nasehat yang selalu mngingat untuk terus hormat pada orangtua. Tidak boleh berperilaku yang tidak dapat ditiru apapun itu ceritanya.
Maka dari itulah peganganku untuk tidak menuntut pamanku. Tidak ada gunanya juga aku marah atau membencinya serta mencaci pamanku sendiri karena kami adalah keluarga. Mungkin kalau orang menilainya aku seorang yang bodoh membiarkan uangku lenyap begitu saja. Tetapi menurut saya itu jalan terbaik yang sangat bijak. Biarlah orang menilainya sebagaimana pendapat mereka tentang yang saya perbuat.
Lagian pamanku sekarang sudah pindah kekalimantan barat mencari kehidupan baru disana. Aku memafkannya meskipun pamanku tidak pernah secara langsung minta maaf padaku. Aku anggap pamanku sudah meminta maaf dan sudah mengaku salah. Karena sebagai anak tidak baik menyimpan dendam sebab akan sangat parah jika tak cepat-cepat dikeluarin. Saya sadar tak ada manusia yang sempurna didunia ini. Pasti ada kesalahan yang sengaja maupun tak sengaja diperbuat.
Oleh karena itu biarlah berjalan sebagaimana seharusnya berjalan. Biarlah seperti air mengalir yang sangat menyejukkan. Anak rantau harus kuat sekuat baja, ga boleh cengeng harus dapat mandiri tanpa bersandar ke orang lain. Nasib baik terkadang jauh dariku terkadang dia dekat tapi aku tidak menyadarinya. Tuhan memberiku cobaan serta ujian hidup bukan berarti Dia tidak sayangpadaku. Tetapi karena Dia teramat cinta dan sayang padaku sehingga Tuhan mengujiku. Sebab Tuhan ingin melihat seberapa kuat serta seberapa setiamya aku pada_Nya. Dia ingin melihat seberapa pantasnya aku berdiri didalam Iman.Karena Tuhan menginginkankanku menjadi hamba yang kuat dihadapan_Nya dalam kasih.