Search This Blog

Friday, March 31, 2017

Kisah masa kecil yang buatku banyak bersyukur

Hai namaku maknur hutagalung anak ke-3 dari 9 bersaudara, sekarang saya tinggal dibandung jawa barat. Aku memiliki 7 saudari perempuan yang cantik-cantik dan 1 adek yang ganteng. Kisah ini mungkin bagi orang dramatis atau bisa dibilang ga penting untuk dikenang. Namun buatku ini adalah kisah yang buat pembelajaran sangat berharga serta bermanfaat untuk membangun diri lebih baik. Aku bercerita bukan mengada-ngada atau ingin membuat sensasi belaka agar dikasihani orang. Itu bukan sifatku yang hanya mencari ketenaran untuk terkenal seperti yang terjadi saat ini. Tetapi ini jelas kenyataan yang pernah terjadi padaku waktu aku masih kecil dulu.

Aku adalah anak dari seorang petani disatu kabupaten yang ada disumatera utara sana. Nama kampungku disumatera utara yaitu mungkur kabupaten Sibolga kelurahan tapanuli II Tapanuli Tengah. Kota kecil diujung sumatera utara yang potensinya luar biasa yang dikelilingi pantai sebagai wisata indah. Pekerjaan disana biasanya kalau ga petani ya jadi nelayan sebagai profesi tambahannya. Kalau aku dimasa kecil bapak pekerjaannya nelayan dan mama bertani yang digarap sawah orang. Kami biasanya kalau bapak pergi melayan sering ditinggal berbulan-bulan ga pulang kerumah. Sebelum bapak bekerja menjadi nelayan, bapak dulunya bekerja disomel sebuah pabrik kayu. Setelah pabrik tempat bapak bekerja bangkrut , bapak beralih jadi nelayan untuk memenuhi kebutuhan kami.

Suatu hari ketika bapak melaut ga pulang satu bulan lebih sehingga mamaku memutuskan kami harus pergi dari rumah. Karena rumah kami ada dua walaupun rumahnya seperti gubuk tapi nyaman untuk ditempati. Rumah kami satu ada di ladang dan satu lagi ada di didesa , desa keladang lumayan jauh. Meskipun demikian kami ga pernah kelaparan atau menjadi mengemis untuk makan. Kami selalu berkecukupan serta bisa sekolah seperti anak lainnya. Dulu kami masih tiga bersaudara belum ada yang dibawah kami adek-adek sekarang. Waktu itu antara tahun 1990-an, aku masih ingat banget kisah lampau yang sangat memilukan.

Terkadang kalau saya mengingat masa itu, hatiku menangis namun kubersyukur atas semuanya. Kenapa aku bersyukur dengan semuanya ? Sebab  kalau tidak kualami hal seperti  mungkin aku takkan bisa bertahan diperantaun ini. Mungkin juga aku akan menjadi orang nakal atau cengeng atau lebih parahnya mungkin bisa menjadi manusia brandal. Sakit memang yang kujalani  tetapi itu yang membuatku semakin kuat untuk menjalani hidup tanpa mengeluh. Buktinya sampai hari ini aku masih bisa berdiri meskipun banyak cobaan yang kulalui. Jujur saya merantau tidak ada yang kukenal apalagi keluarga ga ada. Aku diperantaun ini seperti anak yang kehilangan induknya, ga ada tempat mengadu jika terjadi apa-apa padaku. Tapi aku doakan jauh-jauhlah hal yang buruk dariku.

bersambung..............................

Thursday, March 30, 2017

Memang betul ya apa yang dikatakan kalau hidup ga ada yang tahu kapan perginya. Kapan kita akan dipanggil Sang Illahi, tempatmya dimana, kapan kita tidak tahu. Terkadang rasa takut sering datang menghantui namun itulah sifat manusiawi. Seperti baru-baru ini kejadian pada teman sekumpulan kami

Tuesday, March 28, 2017

Seperti sisa duri yang tertancap ditelapak kaki sakit-sakit perih

Sudah bernanah terpendam jauh dilubuk hati kenangan tak dapat disembuhkan. Hanya sepenggal doa yang bisa aku panjatkan untuk ketegaran hati. Menjauhkanku dari namanya kebencian yang akan merusak naluri. Harapan untuk mengubur semua masa kecil yang suram membuatku semakin teguh meraih impian. Walau banyak menggunjing akan kubuat pembuktian bahwa mereka salah menilai dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan. Dalam cerita hidup aku memiliki prinsip yang sederhana tanpa banyak basa-basi seperti kebanyakan orang. Tidak terasa 10 tahun perjalanan merantau namun masa lalu selalu mengkungkung, merongrong ketika aku mulai beranjak. Selalu ingin menghancurkan dengan menghantui pikiran. Saya pikir jika aku jauh dari tempat kelahiran maka aku akan mudah melupakan semuanya tetapi kenyataannya sangat sulit meskipun sering kucoba. Jika ditanya " Apakah aku pernah putus asa ?" bisa kujawab "pernah". Kalau mengingatnya saya merasa bodoh amat dengan semuanya.
Seperti sisa duri yang menancap ditelapak kaki rasanya sakit-sakit perih meskipun kejadiannya sudah lama berlalu. Tidak baik memang menyimpan dendam tapi jujur saya bukan dendam cuma sangat menyiksaku dengan kejadian itu. Hanya doa saja saat ini yang dapat kupanjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa . Supaya kesesakan yang ada didalam hati segera hilang dibawa angin berhembus kemanapun. Jika saya mengingat itu terus maka hatiku tak pernah tenang selalu gelisah. Oleh karena itu  kutak mau disiksa masa lalu seperti ini.
Aku ingin hidup bahagia seperti yang lainnya tanpa memiliki beban.

Saturday, March 25, 2017

Kesedihan dimasa lalu membuatku tegar menjalani hidup ditempat perantauan

Jika mengingat masa yang lalu terkadang membuat hati terenyuh meneteskan air mata tanpa terduga. Bukan cengeng atau dibilang orang yang tak dapat berkembang dalam menjalani hidup. Terkadang tanpa disadari dikesendirian tiba-tiba saja muncul dibenak pikiran. Sudah lama kubuang supaya tidak menjadi bumerang dalam membangun kehiduppan baru. Tetapi tidak semudah yang aku pikirkan menjauhkan segala yang bertentangan dengan masa lalu. Terlalu kejam hidup yang kujalani selama aku mengenal dunia pana ini. Rasanya aku ingin berlari meninggalkan yang tak pantas aku ingat lagi masa lalu. Aku selalu berusaha walau keperihan menyelimuti  perjalanan selama aku berkelana. Apakah ini pantas aku utarakan atau tidak, aku jugaa kurang memahaminya. Namun yang jelas saya ingin berbagi motivasi dan inspirasi untuk semua orang agar dapat belajar untuk bersikap lebih baik. Ntah ini aib atau bukan, biarkan Tuhan saja menilainya seperti apa. Saya akan menjalaninya sesuai naluri memanggil terus melangkah. Jangan sampai berhenti kaki ini berjalan menurut hati menuntunnya kemana akan berinjak. Baik buruknya yang kualami akan kubuat jadi penyemangat memberi pembuktian bahwa aku dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain.
Dalam keterkungkungan terpenjara dari yang kualami membuatku sulit untuk berkembang. Harus bagaimana aku ini ??? Apakah aku harus seperti ini terus atau aku harus membuang semua rasa kekesalanku?.gurus kering aku menahan amarahku selama ini 

Friday, March 24, 2017

Jalani hidup dengan naluri dalam Iman

        Hidup memang sebuah teka-teka yang tak terjawab atau tertebak siapa pun.
Kapan kita akan mengalami musibah
Kapan kita akan mengalami suka
Kapan kita akan mengalami duka
Dan sebagainya
Hidup penuh tantangan untuk mendewasakan pemikiran dalam menghadapi segala hal yang tak terduga menerpa. Jangan pernah menebak-nebak apa yang akan terjadi esok, lusa dan seterusnya. Jika kamu tidak ingin kecewa dengan apa yang akan datang tidak sesuai harapan. Pikirkanlah hari yang sekarang karena peristiwa sekarang takkan pernah sama lagi serta takkan dapat diulang kembali. Hargai segala yang kamu dapatkan, jangan mengeluh apalagi bersungut-sungut. Cobaan dalam kehidupan ini takkan berhenti selama napas masih bersemayam diraga. Meronta untuk bermaksud menghindar hanya menambah masalah.Ya memang berkata-kata itu gampang namun melakukannya belum tentu bisa. Tetapi satu hal  yang perlu kita tahu untuk menjalani kedupan pana ini, suka ngga suka, mau ngga mau kita akan dipaksa untuk menerimanya. Jadi ngga ada gunanya untuk lari atau marah dengan hal itu, hadapi penuh syukur sebab takdir kita yang menentukkannya bukan orang lain. Oleh karena itu menyerah bukan jalan terakhir menuju kebahagiaan sejati yang diimpikan. Tuhan mermberi cobaan dan ujian hidup bukan berarti Dia tidak sayang serta cinta pada kita. Namun karena Dia teramat sangat sayang dan cinta dalam Kasih_Nya. Sehingga Tuhan menguji seberapa kuat serta setianya kita pada_Nya. Dia ingin melihat seberapa pantasnya kita berdiri didalam Iman.
Mana yang kita pilih sebab hidup sebuah pilihan
bangkit dari kegagalan untuk sukses
menyerah dengan keterprurukan
atau diam tanpa berbuat apa-apa
namun berharap serta iri pada orang lain.
Terkadang kita merasa kesepian ditempat kerumunan  untuk menyembunyikan rasa kesakitan. Hanya kesunyianlah tempat untuk menyenangkan hati resahdari yang terluka. Kita tidak tahu hidup cuma tumpuan untuk belajar atau belajar belajar dari tumpuan hidup. Sangat rumit dipahami namun gampang untuk mengucapkannya meskipun kenyataannya tak sesuai yang dirasakan.
Seperti pepatah mengatakan "belajarlah dari segala hal". 
Maka dari itu jika kita jatuh cepatlah berdiri untuk bangkit
Jangan menunggu ada orang lain datang membantu
Berharap uluran tangan mentatah kita tuk berdiri
Perlu memang kita butuhkan orang lain membantu
Tetapi jika kita cuma bisa berharap
Dan sibuk untuk meratapi yang terjadi
Kapan lagi kita belajar untuk mandiri
Kapan lagi kita belajar untuk menghadapi tantangan berat yang akan datang
Kapan lagi kita belajar dari kerasnya hidup ini
Kapan lagi kita belajar membangun karakter diri
Kata-kata tak perlu untuk menyelesaikan masalah
Namun berbuatlah agar kata-kata itu berguna
Jangan terlalu keras kepala
Bijaklah dalam hidup
bukankah manusia tercipta dengan berbagai macam masalah dihadapi
Jangan pernah membandingkan diri dengaan orang lain
Karena orang lain pun melihat lebih sempurna darinya.

Thursday, March 23, 2017

Panjang lidah awal dari orang stres

jika kita mendengar kata panjang lidah pasti kita tahu apa artinya dengan kata itu, karena kata panjang lidah sering kita dengar dan sering juga dilihat disekitar lingkungan kita berada. Panjang lidah berarti orang yang suka menggosip. Terkang teman sendiri digosipin ntah apa gunanya menjelekkan orang lain, padahal belum tentu benar apa yang disampaikannya. Yang paling parahnya lagi yang mendengar perkataannya itu dipercaya begitu saja. Memang susah kalau memiliki teman tukang gosip ( panjang lidah ). Kita ngga tahu kapan dia akan mengata-ngatain dibelakang , soalnya tukang gosip seperti ular berbisa yang diam-diam mencotok. Ntah kapan kita akan dipatok dengan kejinya kita tidak tahu makanya jika menghadapi orang seperti itu kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Kadang  kita harus memiliki rasa sabar lebih supaya tidak termakan hati. Menang bisa terkatakan kalau sudah terjadi dan tidak mungkin dimakan orangnya. Marah itu wajar apalagi kesal itu sudah pasti tapi dari pada berantem lebih baik diem. Jika tidak tahan untuk diungkapkan lebih baik diomongin langsung apa maksudnya. Itu lebih baik untuk menghindari permusuhan  serta menghindari pertengkaran.
Kita jauh dari pandangan kedua orangtua maka dari itu kita harus pintar-pintar nyari teman. Ya kita ngga tahu sih siapa teman yang baik karena kita ngga tahu apa dia baik atau ngga. Seperti kata orangtua ngga boleh so'uzon sama orang soalnya itu ngga baik. Tetapi walaupun demikian kita harus hati-hati berjaga sikap dan berperilaku. Lebih baik menjauhi orang suka menggosipin orang atau ngga usah ditanggapin. Peringati dia kalau dia yang mau dibilangin maka biarin saja dia rusak sendiri. Jangan mau ikut-ikutan rusak mungkin dia stres.
Apalagi kita itu anak rantau harus bijak menjalani setiap perjalanan hidup yang ada ditanah perantauan ini. Ditanah perjuangan ini jangan mengejar pergaulan yang membuatmu hancur agar kamu dianggap hebat. Kita harus terus mengingat nasehat orangtua yang mengajari selalu bersyukur apapun yang terjadi. Dulu kita diberangkatkan dari kampung halaman dengan harapan mulia orangtua penuh nasehat inspirasi dan motivasi semangat. Supaya kita selalu teguh dalam kenyakinan untuk menjanani teka-teki hidup ini. Mereka membiarkan kita pergi serta memberangkatkan kita keperantaun bukannya orangtua kita rela. Namun mereka sedang mengajari kita bagaimana sakitnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apa kita dapat mandiri tanpa membebani orang lain dengan kemampuan kita sendiri. Orangtua kita ngga ngajarin kita yang bukan-bukan apalagi menggosipin orang. Mereka pasti berharap kalau suatu hari nanti kita menjadi orang berguna yang dapat dibanggakan. Memberi contoh baik buat saudara maupun buat keluarga terutama bagi Tuhan.
Sakit pahitnya kehidupan diperantauan serta bagaimana kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Orangtua kita tidak mengharapkan uang kita, mereka hanya berharap kita selalu sehat dan memberi kabar pada mereka itu sudah cukup.
Makanya kita semua harus seperti perumpamaan yaitu jadilah seperti ular yang cerdas
bijak seperti burung merpati.

Tuesday, March 21, 2017

Ceritaku selalu kubungkus dengan pengalaman yang menjadi pelajaran kedepannya

         Ceritaku selalu kubungkus dengan pengalaman yang menjadi pelajaran kedepannya lebih baik lagi. Walau hari ini masih belum dapat seperti yang diinginkan semoga kedepannya menjadi bermakna. Pengalaman adalah guru yang terbaik unatuk mengubah diri dari yang buruk menjadi  yang berguna. Banyak cerita pahit dibalik senyuman yang menghiasi setiap hari-hari kujalani. Memang ngga ada yang sempurna didunia ini. Saya sering melihat orang lebih sibuk memperhatikan orang lain dari pada dirinya sendiri. Sehingga sekarang jika kita perhatikan disekeliling kita banyak yang rusak karena suka menggosip. Temanku pernah bercerita padaku kalau dia sedang difitnah teman satu kostnya yang baru pindah. 

Monday, March 20, 2017

Sejatinya aku sering merasa terpinggirkan oleh sesuatu yang tak terduga

          Dalam hidup ini tak ada yang sempurna, penuh liku-liku kehidupan tak ada hentinya sampai napas lepas dari raga. Sekarang, besok serta lusa memiliki ujian dan cobaan yang berbeda yang akan kita hadapi. Hati dan pikiran harus siap untuk menenukan cara menyelesaikannya, agar suatu hari nanti dapat memberikan motivasi kepada keturunan kita kelak. Jangan pernah menagisi apa yang sedang terjadi apalagi menyesalinya. Jika dunia ini menyepelekanmu jangan minder akan tetapi buktikanlah jika kamu mampu. Orang yang selalu sibuk berkhayal tanpa melakukan apa-apa adalah orang bodoh yang sulit untuk maju. Bersugut-sungut hanya menambah masalah tak ada solusi jadilah bijak supaya ga terinjak. Lihatlah disekelilingmu, sekitarmu, depan kiri kanan sampingmu terutama didepanmu sendiri. Mereka sering mengolok-olok walau tanpa kata-kata namun dengan sindiran tatapan tajam menampar kejam. Dulu juga saya sebelum pergi berpetualang keperantauan meninggalkan tempat kelahiran. Saya belum tahu apa-apa, dengan banyak  rintangan kujalani penuh intrik membuatku terkadang ingin putus asa. Tetapi lama-kelamaan  saya berpikir ternyata inikah sebenarnya kehidupan yang harus dijalani !!!!!!!. Lama saya menyadari sehingga saya sering berpikir  dengan penuh tanya " kenapa dunia ini kejam ?". Ternyata  dunia ini bukannya kejam melainkan dunia ini mengajariku untuk lebih bersabar dengan cara bersyukur. Untuk mendewasakan diri memang harus terlebih dulu mengalami namanya  cobaan. Sekuat apa kita untuk bertahan menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Godaan ada dimana-mana perusak jiwa menghantui setiap pergerakan kemana langkah kaki berjalan. Dunia ini banyak memberiku pelajaran hidup supaya saya semakin tertempa  dalam iman.
Bukan cuma soal kehidupan saya belajar namun hal percintaanpun saya mulai sering diuji. Tersakiti karena ditinggalkan itu sudah biasa terjadi kualami. Pergi tanpa sepatah katapun sudah pernah kualami , ntah alasan apa menjadi terjadi. Saya terus belajar memahami, mengerti , hikmah apa yang akan kuambil dari semuanya. Mengeluh tidak ada artinya hanya menambah beban pikiran yang tidak ada habisnya. Untuk menjadi orang hebat itu memang harus banyak mendapat rintangan serta bijak dalam mengambil keputusan. Berat ,,, itu benar hidup memang berat namun harus diselesaikan dengan pikiran kepala dingin. Jangan emosi diandalkan sebab akan merusak tatanan yang sudah direncakan. Berkata sangat gampang melakukannya agak sulit untuk berbuat dalam sehari-hari.

bersambung,,,,,,

Friday, March 17, 2017

Rasa tersakiti terkadang harus kita syukuri meskipun itu agak sulit untuk diterima hati

Apa yang kita rasakan sering membuat dada sesak tak tertahankan. Semangatpun turun drastis seakan dunia ini hancur, serta berkata " kenapa dunia ini tidak adil ? Kenapa dunia ini tidak pernah berpihak kepadaku ?". Padahal jika dipikirkan dan kita cermati dengan seksama dalam hati , seharusnya kita mensyukurinya. Terkadang kita sering lupa dengan semua itu. Apa lagi kalau mengenai tentang hati sangat sulit untuk menerima. Jujur saja bukan mengada-ngada atau sombong diri, ini fakta yang berbicara. Saya sedikit mencurahkan isi hati yang sangat menyakitkan ditinggalkan seorang kekasih tanpa alasan serta tanpa ada sepatah kata apa pun dari dia. Waktu itu saya sangat kecewa berat sampai saya sakit karena dia. Memang jika dipikir-pikir buat apa saya mikirin hal seperti itu apalagi memikirkannya sampai sakit, dia saja belum tentu mikirin saya. Tetapi itu setelah sekian lama baru saya memikirkan balik hal itu. Aneh memang jalan hidup yang kita jalani, cobaan demi cobaan silih berganti datang menghampiri. Saya tidak tahu, apa saya egois atau naif jika soal cinta tetapi saya bukan orang munafik. Jika soal cinta mungkin saya bukan tipe mudah mencintai namun sekali cinta sama seseorang akan benar-benar menjalaninya dengan tulus. Bagi saya mencintai seseorang cukup satu.
Kalau sifat saya menyanyangi bukan melihat dari wajah atau harta. Wajah atau rupa bisa dirubah, apalagi dengan zaman modern saat ini semua dapat diubah. Namun wajah jika sudah dapat waktunya maka akan berubah pula dari kulit mulus berganti berkerut. Harta dapat dicari , harga diri tak dapat dibeli. Saya itu simple tidak muluk-muluk alias banyak sengkunek yang membuat banyak pikiran.
saya memiliki semboyan sendiri " Anda boleh menilaiku sesuka hatimu
engkau mengenal namaku
engkau tahu selak beluk sifat dan tingkah lakuku
engkau tahu siapa keluargaku
tetapi kamu belum tentu tahu kisahku
apa yang sudah kualami selama ini
apa cerita hidupku
bagaimana saya menjalaninya dan bagaimana aku menyelesaikan masalahku
kamu tidak tahu itu semua
kamu hanya tahu sedikit saja
selidiki aku
kenali aku lebih dalam
jangan kamu mendengar serta katanya dari orang lain tentangku
karena belum tentu mereka jujur menyampaikannya
belum tentu kebenaran yang mereka katakan
mungkin mereka iri, benci, dengki dan sebagainya padaku
jadi jika ingin mengenalku tanya langsung padaku".