Search This Blog

Friday, March 17, 2017

Rasa tersakiti terkadang harus kita syukuri meskipun itu agak sulit untuk diterima hati

Apa yang kita rasakan sering membuat dada sesak tak tertahankan. Semangatpun turun drastis seakan dunia ini hancur, serta berkata " kenapa dunia ini tidak adil ? Kenapa dunia ini tidak pernah berpihak kepadaku ?". Padahal jika dipikirkan dan kita cermati dengan seksama dalam hati , seharusnya kita mensyukurinya. Terkadang kita sering lupa dengan semua itu. Apa lagi kalau mengenai tentang hati sangat sulit untuk menerima. Jujur saja bukan mengada-ngada atau sombong diri, ini fakta yang berbicara. Saya sedikit mencurahkan isi hati yang sangat menyakitkan ditinggalkan seorang kekasih tanpa alasan serta tanpa ada sepatah kata apa pun dari dia. Waktu itu saya sangat kecewa berat sampai saya sakit karena dia. Memang jika dipikir-pikir buat apa saya mikirin hal seperti itu apalagi memikirkannya sampai sakit, dia saja belum tentu mikirin saya. Tetapi itu setelah sekian lama baru saya memikirkan balik hal itu. Aneh memang jalan hidup yang kita jalani, cobaan demi cobaan silih berganti datang menghampiri. Saya tidak tahu, apa saya egois atau naif jika soal cinta tetapi saya bukan orang munafik. Jika soal cinta mungkin saya bukan tipe mudah mencintai namun sekali cinta sama seseorang akan benar-benar menjalaninya dengan tulus. Bagi saya mencintai seseorang cukup satu.
Kalau sifat saya menyanyangi bukan melihat dari wajah atau harta. Wajah atau rupa bisa dirubah, apalagi dengan zaman modern saat ini semua dapat diubah. Namun wajah jika sudah dapat waktunya maka akan berubah pula dari kulit mulus berganti berkerut. Harta dapat dicari , harga diri tak dapat dibeli. Saya itu simple tidak muluk-muluk alias banyak sengkunek yang membuat banyak pikiran.
saya memiliki semboyan sendiri " Anda boleh menilaiku sesuka hatimu
engkau mengenal namaku
engkau tahu selak beluk sifat dan tingkah lakuku
engkau tahu siapa keluargaku
tetapi kamu belum tentu tahu kisahku
apa yang sudah kualami selama ini
apa cerita hidupku
bagaimana saya menjalaninya dan bagaimana aku menyelesaikan masalahku
kamu tidak tahu itu semua
kamu hanya tahu sedikit saja
selidiki aku
kenali aku lebih dalam
jangan kamu mendengar serta katanya dari orang lain tentangku
karena belum tentu mereka jujur menyampaikannya
belum tentu kebenaran yang mereka katakan
mungkin mereka iri, benci, dengki dan sebagainya padaku
jadi jika ingin mengenalku tanya langsung padaku".

No comments:

Post a Comment