Search This Blog

Tuesday, March 28, 2017

Seperti sisa duri yang tertancap ditelapak kaki sakit-sakit perih

Sudah bernanah terpendam jauh dilubuk hati kenangan tak dapat disembuhkan. Hanya sepenggal doa yang bisa aku panjatkan untuk ketegaran hati. Menjauhkanku dari namanya kebencian yang akan merusak naluri. Harapan untuk mengubur semua masa kecil yang suram membuatku semakin teguh meraih impian. Walau banyak menggunjing akan kubuat pembuktian bahwa mereka salah menilai dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan. Dalam cerita hidup aku memiliki prinsip yang sederhana tanpa banyak basa-basi seperti kebanyakan orang. Tidak terasa 10 tahun perjalanan merantau namun masa lalu selalu mengkungkung, merongrong ketika aku mulai beranjak. Selalu ingin menghancurkan dengan menghantui pikiran. Saya pikir jika aku jauh dari tempat kelahiran maka aku akan mudah melupakan semuanya tetapi kenyataannya sangat sulit meskipun sering kucoba. Jika ditanya " Apakah aku pernah putus asa ?" bisa kujawab "pernah". Kalau mengingatnya saya merasa bodoh amat dengan semuanya.
Seperti sisa duri yang menancap ditelapak kaki rasanya sakit-sakit perih meskipun kejadiannya sudah lama berlalu. Tidak baik memang menyimpan dendam tapi jujur saya bukan dendam cuma sangat menyiksaku dengan kejadian itu. Hanya doa saja saat ini yang dapat kupanjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa . Supaya kesesakan yang ada didalam hati segera hilang dibawa angin berhembus kemanapun. Jika saya mengingat itu terus maka hatiku tak pernah tenang selalu gelisah. Oleh karena itu  kutak mau disiksa masa lalu seperti ini.
Aku ingin hidup bahagia seperti yang lainnya tanpa memiliki beban.

No comments:

Post a Comment