UCAP
Dilataran cinta yang tak kunjung usai
Terkuasa oleh sebuah beban tanggungjawab tak terurai
Dimanakah bahagia itu terletak biar kulampaui
Agar aku sampai dapat menjumpai yang ingin kuraih
Seperti onak duri yang menusuk jantung tersesak
Meski tak terlihat namun sudah tersirat mendesak
Dengan menghadapi cobaan seakan kutersesat dibenak
Tidak segampang bibir berbicara kata hati menyimak
Aku sudah seperti bulan disiang hari
Melawan cahaya terbit terangnya mentari
Tidak ada harapan yang kuandalkan disanubari
Hanya sebuah doa yang dapat kuandalkan dihati
SELAMAT MALAM
Meski hanya kata tanpa suara
Aku datang tuk ucapkan selamat malam
Walau cuma sekedar ucapan terdengar
Itulah caraku menemani ditiap harimu
Jadilah kau satu-satunya dihati
Menemani tidurmu disetiap ucapan dimimpi
Tanpa menunjukkan wajah didekapan sepi
Namun kuselalu hadir disisimu mendampingi
Kutitipkan sebuah doa untuk menjaga dirimu
Jadikanlah itu sebagai bantal empuk meletakan harapanmu
Selimut hangat menjaga dari kedinginan mimpi burukmu
Supaya besok ketika bangun berakhir menjumpai keindahanmu
No comments:
Post a Comment