Search This Blog

Monday, April 10, 2017

SAHABTKU KAMU BEGITU CEPATNYA PERGI MENGHADAP SANG PENCIPTA

            Ntah kenapa belakangan ini dia selalu muncul datang dalam bayangan ke pelipis mata. Padahal udah dua minggu berlalu dia pergi untuk selamanya menghadap Sang Pencipta. Aku sebagai sahabatmu bukannya aku tidak mendoakanmu, aku selalu membawamu disetiap doaku supaya kamu tenang dialam sana. Namun kamu seakan terus mengikutiku dari belakang, apakah aku pernah berbuat salah padamu atau apa yang kamu inginkan dariku ? Jika saya pernah berbuat salah padamu, saya minta maaf sedalam-dalamnya padamu. Sampaikan salahku apa agar aku pun dapat menebusnya, datang saja dalam mimpiku. Ceritakan semuanya padaku, tetapi aku mohon padamu jangan menakutiku. Kalau maksudmu ingin melindungiku serta menjagaku, dari apa coba melindungiku. Namun kalau ada hal yang lebih penting ingin kamu sampaikan padaku, aku tidak melarangmu datang dalam mimpiku. Aku akan selalu mendengarkan semua keluh resahmu yang belum sempat kamu beritahukan.
           Jujur kami semua sangat kehilangan kamu kawan. Pertama mendengarkan kabarmu yang begitu cepat pergi tuk selamanya meninggalkan kami. Sangatlah kaget seakan tidak mungkin itu terjadi sebab malamnya teman kita yang lain masih datang menjengukmu. Mereka masih menceritakan tentan kamu bahwa kau sudah baikan dan bentar lagi kamu akan dapat pulang kerumah. Kami sangat senang mendengarnya terutama aku yang tak ingin kehilangan sahabat. Tetapi apa yang tak diharapkan kamu tega pergi duluan tanpa meninggalkan sepatah kata pun untuk kami temanmu. Sungguh kagetnya kami kepalang mendengarkan berita itu, ketika yang tidak diharapkan terjadi menimpamu. Masih teringat banget dalam pandangan yang tak dapat dilupakan segampang itu. Senyumanmu selalu menghiasi disetiap perkumpulan kita, diamana kamu tidak pernah memberi hal buruk untuk diingat. Kamu selalu memberi kebaikan untuk kami kenang sampai akhir nanti.
            Sampai sekarang pun kami belum percaya kamu sudah pergi meninggalkan kami untuk selamanya. Saat kami melihatmu terbaring kaku, kami hanya bisa menangis seakan itu bukan sebuah kenyataan. Kamu seakan terlihat seperti tertidur, yang akan bangun datang menyapa kami temanmu. Tetapi kamu sekarang sudah tenang di alam sana yang dapat melihat kami disini. Doakan kami disini supaya selalu menjaga, menyanyangi, solidaritas MUDA MUDI ARBAS semakin kompak. Dan kami disini akan mendoakanmu supaya kamu diangkat disamping Tuhan Yang Maha Esa. Diberi jalan yang gampang serta yang terbaik dan diberi jalan menuju Surgawi Allah kita.

Next>>

No comments:

Post a Comment